Senin, 21 Maret 2016

Nun

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times...
READ MORE - Nun

Minggu, 13 Maret 2016

Ditinggalkan yang Meninggalkan

Putihku, Mungkin sekarang kita masih belum bertemu. tapi pasti suatu saat nanti. Karena janji-Nya, segala sesuatu pasti bepasangan. Putihku, Suatu saat nanti, satu dari kita akan ada yang meninggalkan dan yang ditinggalkan. Putihku, Rasanya aku tak akan pernah sanggup untuk engkau tinggalkan, dan akupun tak sanggup untuk meninggalkanmu. Begitupun dirimu, Tak akan pernah sanggup. Putihku, Aku tak pernah meminta untuk manjadi yang engkau tinggalkan, atau yang meninggalkan. begitu juga kau. Maka itu, Putihku.... Biarkan waktu berjalan untuk menjawabnya. untuk kemudian, salah satu diantara kita, akan menjadi yang mengenang atau yang dikenang. ...
READ MORE - Ditinggalkan yang Meninggalkan

Sabtu, 12 Maret 2016

Khuldi Untukku

Diciptakan-Nya keindahan, dan kita dilarang menyentuhnya, Sebuah ujian keimanan, Hitamku. Seperti Khuldi. Diciptakan dengan indah, tapi bukan untuk Adam nikmati. Hitamku, Engkau adalah Khuldi yang diciptakan untukku. SEBERAPA KUAT IMANKU UNTUK MENOLAK KEINDAHANMU? ...
READ MORE - Khuldi Untukku

Jumat, 11 Maret 2016

Hitamku

Hitamku, Aku tahu engkau menawarkan sebuah kenikmatan tiada tara untukku. Hitamku, Aku tahu engkau adalah hasrat terdalamku. Hitamku, Aku tahu engkau adalah cawan dosaku. Dosa terindah yang pernah manusia lakukan. yang karenanya, Tuhan telah membalikkan bumi tempat mereka berpijak. Namun aku tetap menginginkan engkau, wahai Hitamku. Untuk mengisi cawan dosaku hingga penuh. Mengarungi rasa ternikmat yang pernah aku lakukan. Kapan kita akan memulainya? Disini, aku masih berusaha sabar menunggumu.......
READ MORE - Hitamku

Kamis, 10 Maret 2016

Biarkan AKu Berdosa

Aku tahu itu sebuah dosa, Tuhan. Aku pernah merasakannya bertahun-tahun yang lalu. Aku tahu itu dosa, Tuhan. Aku pernah mengecapnya, dulu. Aku tahu itu dosa, Tuhan. Tapi rasa itu datang lagi Sebuah godaan untuk mengulanginya lagi. Tuhan, bolehkah aku berdoa, Agar engkau membiakanku melakukan dosa itu lagi, dan memaafkanku suatu hari kelak? Tapi Tuhan, Sungguh, akankah Engkau membiarkanku berdosa, lalu memaafkanku ketika aku kembali pada-MU?...
READ MORE - Biarkan AKu Berdosa

Kamis, 08 Oktober 2015

Dalam pada itu, aku masih menyebut nama Tuhan

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; ...
READ MORE - Dalam pada itu, aku masih menyebut nama Tuhan

Senin, 20 Oktober 2014

Nur

Aku mengingatnya dengan tertegun. Dia... Banyak orang yang hadir dalam hidupku datang dan pergi begitu saja. Sebagian meninggalkan bekas yang mendalam. Sebagian lagi meninggalkan jejak yang samar samar untuk diingat. Sementara sebagian yang lain meninggalkanku tanpa bisa aku ingat lagi tentang mereka. Mereka hanyalah sebaris bayangan semu yang pernah hadir dalam hidupku. Tak lebih. Tapi dia... Dia ini siapa? Aku bahkan ingin melupakannya. Menganggapnya hanya sebagai kepingan tak diinginkan dari masa laluku. Kalau aku pernah mengaguminya, itu hanya sebatas fisiknya saja. Tak pernah lebih dan aku berharap tak pernah ada selain itu. *** "Nur," sapanya. Delapan tahun yang lalu, dan aku tersenyum.  Aku bunga saat itu. Aku bunga yang ingin dipetik setiap kumbang yang lewat. Dan dia, sama saja. Berbaik padaku cuma untuk mendapatkan kecantikan ini. Kemolekan ini. Tapi maaf, walau dia sebenarnya menarik, aku bukan untuknya. "Dia kere..." bisikku pada mbak Rus. "Mau makan...
READ MORE - Nur

Baca juga yang ini