Minggu, 15 Januari 2012

Mereka Bertanya Kepadaku Tentang Arti Sebuah Tawa


Mereka memandang, seolah memandangku. Lalu ketika aku tertawa, sebuah pertanyaan mereka lontarkan :

“ Kenapa tertawamu seperti itu?”

Tapi aku cuma diam. Mereka benar-benar ingin tahu rupanya, batinku, karena ini adalah pertanyaan mereka untuk yang kesekian kalinya. Aku tersenyum tanpa mereka tahu. Karena walaupun mereka memandang, dan aku memandang, tapi pandangan kami tidak pernah bertemu. Tidak pernah. Kami terpisah jarak yang jauh sekali, ribun kilometer, bahkan melintas benua dan samudra. Tapi hati kami satu, satu di dalam wadah yang berwarna ungu. Kalian tahu itu bukan?

***

Tak perduli siang serasa panas membara atau malam dengan dinginnya yang serasa menusuk tulang. Aku tetap di sini, menunggu mereka menunjukkkan tanda tanda kalau mereka ada di sana, menanti kehadiranku seperti aku menanti kehadiran mereka.

Biasanya aku bisa duduk bersama mereka berjam jam lamanya. Beceloteh dan bercerita. Kerap kali aku tertawa juga bersama mereka. Menertawakan keadaan dan kebodohan kami sendiri. Tapi, itu dulu. Sekarang, kisah itu tidak ada lagi. Kisah itu berakhir dengan tragisnya secara tiba tiba. Seperti jamur yang tertebas angin saat dia sedang tumbuh menatap matahari lewat celah dedaunan. 

Sekarang, saat matahari sudah meninggi, dan bulan sedang tersenyum dengan hangatnya. Tidak ada lagi canda bersama mereka itu. Tidak ada lagi percakapan konyol tak tentu arah seperti dulu. Yang ada hanyalah suara angin. Angin asing yang berdesing serak di telingaku. Lalu perlahan, aku rasa, aku rindu kalian. Teman, sabahabat sahabatku, kalau aku kembali ke wadah ungu itu lagi, akankah kalian mau menerimaku kembali?

Sebersit ada ragu, tapi rasa rindu ini sudah melebihi segalanya sekarang. Kalau kalian mau menerimaku lagi di sana, hal yang pertama ingin aku jelaskan kepada kalian adalah tentang tawaku yang kalian pertanyakan. 

Bloofers, ah, ya, begitu biasa mereka disebut, tawaku itu terilhami dari sebuah sitkom di televisi yang dulu tayang setiap sore. Aku suka sekali nonton sitkom itu. lucu abis, kalau anak gaul jaman sekarang bilang. Disana, ada salah satu karakter yang suka sekali update status facebooknya. Dan setiap kali dia menggambarkan tawa dengan tulisan, dia selalu menulisnya dengan 


“ Egeg egeg egeg ….”


Sebenarnya aku meniru dia, bloofers, tapi karena jari jari ini terlalu cepat mengetikkannya, maka jadilah spasi antara tiga kata itu hilang. Dan jadilah aku menuliskannya seperti yang sering kalian lihat

“ gegegegegegegegegege…..”

Atau segala turunannya, dengan huruf ‘g’ dan semua vokal yang ada keculi ‘u’. kalian pasti tahu kenapa aku tidak menggunakan ‘u’ sebagai huruf vokalnya, bukan?

Bloofers, sekarang terang siang perlahan telah berganti dengan temaram senja. Tadi sudah aku kirimkan permintaan untuk bergabung lagi bersama kalian. Akankah kalian akan menerima kembali teman kalian yang hilang ini?

Aku masih menunggu…..




"Bahagia mendatangkan sahabat, 
tapi penderitaanlah yang menjadi pengujinya"


16 komentar:

  1. hahahaha.... diam-diam meridukan kita rupanya...

    ^_^

    BalasHapus
  2. Wekcome to bloofers again...

    wegegegegege.... Royalty..

    BalasHapus
  3. aku berjanji hari ini tidak akan menertawai cara mas Ridwan tertawa, saya mungkin akan menertawai tawa mereka yang menertawai tawa mas Ridwan dengan wegegegegegge....

    tapi hari ini aja yaaaa.... esok lusa, kita mungkin akan buat kesepakatan lagi... :D

    BalasHapus
  4. @Insan Robbani makasih kang insan, mana kue penyambutannya?

    BalasHapus
  5. Wow hahaha..
    virus bloof emang bahaya yah :D

    hati2 aja ntar ketularan gilanya tuh om om diatas :D
    cc yudi,kang insan,kak andro, om andy

    BalasHapus
  6. wah.. berarti aku juga d'rindukan donk.. bahagia'a.. welcome back... :D

    BalasHapus
  7. hahahaa...perasaan om alay deh yg paling juara nulis ttg bloof. Udah lebih dr sekali aku baca tulisan om alay ttg bloof...sukaaaa....^_^
    om alay..tetaplah tertawa yaaa...

    BalasHapus
  8. @minityc wegegegegeg, aku merindukan kalian semua ...... :)

    BalasHapus
  9. makasih @Nick Salsabiila, mari terus tersenym menjalani hidup ini... :)

    BalasHapus
  10. ada yang merindukanku, jadi gr, he....
    jangan pergi lagi ya om, tetaplah dalam lingkungan persahabatan ungu

    BalasHapus
  11. @Rima Aulia wegegegegegege, awas kupingnya melebar... :D

    insyallah ....

    BalasHapus
  12. Hayoooooooooooo... Ketahuaaan yaaa... Si Om pernah kabur dari bloof ya????
    wagagagagagaaladygagagagaa,,

    BalasHapus

silahkan berkomentar di kolom komentar ini untuk meninggalkan jejak di blog ini. gunakan komentar anda sebagai bukti kunjugan anda ke blog ini. terimakasih.
.
.
.

Baca juga yang ini