Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

Mengapa Aku menulis?

Aku tepekur  sejenak di depan komputer dengan halaman facebook yang masih terpampang. Sejenak aku merenung saat aku membaca status salah satu teman lama facebookku dan komentar komentar yang menyertainya.
Wew, status itu cukup sederhana memang, tapi jalinan komentar yang menyertainyalah yang membuat aku sadar betapa sebenarnya status yang sederhana itu di tulis dengan sepenuh hati. Sebuah status facebook yang aku pikir bisa menginspirasi banyak orang yang membacanya.


Status San:  Setelah aku hitung2 uang celengan q . yang jatuh tadi Rp.236500 ,-
jon :  enaknya di buat jajan
san : pak jon@ jangan toh pak . ini kalau uda bnyak tak buat beli televisi. he he he
jon : Tv yg apa ?
danis :  sip. mau beli TV apa dek??
san : Pak jon @ tv yang besar 21' pak . biar emak saya kalau nntn tv biar jelas
san :  Mas danis @ tv 21
jon : Brapa harganya tv 21' ?
Merk apa ?
san :  pak jon@ aku gak tahu berapa harga pastinya. kalau merk si pilh ******
Jon:  Usia ibumu berapa ?
 San : pak jon@ 53 pak.
anis : SubhanaLLah.. Cinta bgt ya sm emakmu? Pasti emakmu bangga.
 San : anis@ iya karena orang tua q tinggal emak saja. jadi harus di jaga.
dimas : sip.
anis : sudah uangnya cepet ditabung yang banyak.
Bay :  Mantap bgt bro......!!salut aq m km.
Te2p semangat krj y....
san : mas dimas@ terima kasih mas
anis@ iya sampean doakan semoga cepet tekumpul ya dan selalu di beri kesehatan.
bay@ harus selalu semgat mas bro. btw sampean kapan pulang kampung sampean gak tau ikt kumpul2 ambek temen2 smp.
anis : Yo semoga cepet kesampaian yo.
san : anis@ amien amien yarobal alamien
bay : Insya allah ntr klo ad wkt aq ikut kumpul2!
Y tak doain lah biar keinginan sampean buat bahagiain bunda sampean bs cpt terkabul mas.
san : Bay@ amin mas


Terlihat sederhana bukan? Tapi di balik kesederhanaan itu tersimpan sebuah kekuatan dan inspirasi yang sangat mendalam. Dulu, hal semacam inilah yang membuat aku tergerak untuk menulis : memberikan ispirasi dan pemahaman yang berbeda kepada orang banyak. Menyampaikan pesan dan apa yang aku rasakan kepada lebih banyak orang, karena terus terang, aku bukan orang yang bisa menyampaikan pendapatku secara lisan dengan baik.  
Terlebih kadang juga, bahkan kalau bisa aku bilang, begitu sering ide ide cerita berseliweran di pikiranku. Kalau bukan dengan cara dituliskan, bagaimana aku bisa mengutarakan semua ide yang ada itu? ah, menulis benar benar bisa menjadi terapi jiwa bagiku. Membuat pikiran plong dan hidup lebih berwarna. satu quote di bawah ini, menjadi satu asalan tambahan mengapa aku ingin dan harus menulis semua yang terlintas di otakkku,

“ Ketika kamu berbicara, kata katamu hanya akan ke seberang ruangan atau di sepanjang koridor. Tapi ketika kamu menulis, kata katamu bergaung sepanjang zaman”
Bud Gardner




READ MORE - Mengapa Aku menulis?

Baca juga yang ini