Tampilkan postingan dengan label tikus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tikus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

Tikus

“ AAAAAAAAAAAAA....... Tolong....... Tolong.......” Aku berlari berhambur keluar dari kamar mandi. “ Ayah..... Ayah.....”
“ Ada apa Naila.... ada apa.... Hei hei tenang ayah di sini  .... tenang tenang.... Naila, Naila .....ada apa?”  Ayah mendekapku dalam pelukannya, berusaha menenangkanku yang mulai menangis keras keras.
“ Ayah......  Ayah..... “ aku masih meraung raung ketakutan, sementara ayah terus mendekapku dalam dalam.
“ Cup cup...  ayo sini.. sini,,, duduk dulu di sini.” Ayah membimbingku kearah kursi di ruang tengah. “ ini minum.” Ayah menyodorkan segelas air putih kearahku.
Aku minum banyak banyak dari gelas yang ayah sodorkan kearahku. Perlahan, tangisanku mulai mereda.
“ Ada apa?” Tanya ayah mendesakku.
“ Ti... Tikus...” Jawabku terbata bata. “ A... Ada tikus di kamar mandi...”
Ayah mendesah seraya menghembuskan nafas panjang. “ Hanya tikus?” tanyanya setengah kecewa.
Hah? Kok ayah bilang ‘hanya’ tikus? “ Tikus ayah.. Tikus, tikusnya besar! Besar, hitam, lewat di dikaki Nai!” jawabku histeris sambil menghentak hentakkan kakiku ke lantai.
“ Ok.., Ok... Nai mau apa di kamar mandi?”
“ Nai mau wudu.” Aku masih merajuk. Masih kesal melihat tangagapan ayah yang sepertinya menganggap ini hal biasa saja.
“ Nai belum solat isya’?”
“ Belum...”
“ Kalau begitu, nai  bisa ke kamar mandi sekarang.”
“ gak...”
“ Lo, kenapa? Tikusnya sudah pergi bukan?’
“ Nai takut! Kalau tikusnya kembali gimana?”
“ Ayo sini ayah antar”
“ Gak....!”
“ Terus?”
“ Nai gak mau kekamar mandi..., Nai takut...!”
“ Nai gak mau wudu?” Aku terdiam, hatiku gundah. “ Nai gak mau solat?”
“ Nai takut ayah..., di kamar mandi ada tikus!”
“ Nai lebih takut tikus atau ALLAH?”
Aku terdiam. Pertanyaan ayah seperti sebuah pertanyaan pinalti yang langsung menerobos ke hati dan otakku. Pertanyaan itu seperti mengusik hal kecil yang selama ini sering aku abaikan. Bukan hanya kali ini. Tapi rasanya sudah berkali kali aku mengabaikan perintah untuk solat dengan alasan alasan yang sunguh konyol. Kadang hanya karena sedang asyik ngobrol dan kumpul sama teman teman, aku meninggalkan solat dengan seolah tanpa beban. Kadang karena  sibuk mengerjakan tugas dan pekerjaan waktu solat seakan berlalu begitu saja tanpa aku sadari. Atau ketika akan solat isya’ seperti ini. kadang aku tidak solat isya’ hanya karena tekut ke kamar mandi. Takut kalau ada tikus, ada kecoa ata takut pada bayangan dan gambaran hantu hantu yang tidak jelas keberadaanya.
Pertanyaan ayah malam ini, menyadarkanku dengan telak. Lebih takut pada tikus, pada kecoa pada mahluk sejenis setan dan teman temannya itu atau pada ALLAH? Sang pemilik dan pencipta semua itu? Hatiku bergetar.
“ Ayah berdiri di sini saja.” Rajukku didepan kamar mandi.
“ Ya, sana wudu’, ayah tunggui kamu di sini.”
Tapi belum saja aku selesai berwudu’ sebuah teriakan keras mengema dari pintu kamar mandi.
“ TIKUUUUUSSSSS......!”
Seekor tikus hitam besar melintas tepat di depan kamar mandi. Tikus itu melintas tepat pada jari jari ayah yang sedang berdiri tegap di sana. Tak ayal, ayah yang terkejut melompat lompat menjauh dari kamar mandi sambil berteriak teriak histeris.
“ Ayaaahhhh, tunggu aku...!”
READ MORE - Tikus

Baca juga yang ini